Cara Ternak 3 Spesies Kelinci Yang Paling Menguntungkan

Ternak Kelinci ~ Kelinci merupakan salah satu hewan peliharaan yang disukai oleh masyarakat Indonesia selain kucing atau anjing. Di samping dijadikan hewan peliharaan, kelinci ternyata juga bisa dimakan dagingnya dan dari penuturan orang yang pernah memakan daging kelinci, katanya rasanya lezat sekali. Di beberapa tempat bahkan ada yang menjual sate kalinci, contohnya di daerah Tawangmangu Jawa Tengah. Kelinci itu sendiri terdiri dari berbagai jenis, diantaranya kelinci potong, kelinci hias, kelinci Anggora, kelinci lokal, kelinci Australia dan yang lainnya.

Ternak Kelinci
Ternak Kelinci

Terlepas dari apapun tujuan awal Anda yang ingin ternak kelinci, baik untuk peliharaan maupun untuk dijual lagi, secara umum metode untuk ternak kelinci tersebut hampir sama. Nah, jika Anda tertarik untuk ternak kelinci, silahkan simak tulisan ini sampai paragraf terakhir karena dalam tulisan kali ini akan dijelaskan secara lengkap cara ternak kelinci dari 3 spesies yang terbukti menguntungkan.

Cara Ternak Kelinci Potong

Ternak kelinci potong cukup mudah dilakukan karena tidak membutuhkan banyak tenaga kerja, satu orang saja sudah mencukupi. Adapun kelinci potong adalah jenis kelinci yang mempunyai ukuran fisik yang besar dan sangat berbeda sekali dengan spesies kelinci hias yang kebanyakan memiliki ukuran tubuh yang kecil.

Kelinci Potong
Kelinci Potong

Beberapa spesies kelinci yang cocok untuk diternak menjadi kelinci potong adalah sebagai berikut:

1. Spesies Flemish Giant. Sesuai dengan namanya, kelinci ini mempunyai ukuran fisik yang besar, berat minimal yang dimiliki di atas 5 kg.

2. Spesies Rex. Kelinci jenis ini adalah kelinci yang paling cocok dengan iklim di Indonesia, karena memiliki daya tahan tubuh yang tinggi terhadap daerah yang beriklim tropis.

3. Spesies English Spot. Kelinci jenis ini kalau sudah berusia dewasa biasanya memiliki berat antara dua setengah sampai empat kilogram, sehingga cocok sekali dijadikan kelinci potong.

4. Spesies Californian. Berat Kelinci Californian dewasa bisa mencapai 5 kg dan hal ini tentunya sangat mendukung untuk diternakkan sebagai kelinci potong.

5. Spesies American Chinchilla. Kelinci jenis ini memiliki bentuk tubuh yang bagus, sehingga selain untuk dijadikan kelinci potong, bisa juga diternakkan sebagai kelinci hias.

Sementara itu, tahap-tahap yang dilakukan dalam budidaya kelinci secara umum adalah sebagai berikut:

1. Menyiapkan Kandang

Jenis-jenis kandang kelinci yang umum digunakan antara lain kandang dengan bentuk terbuka dan bentuk tertutup. Kandang ternak kelinci terbuka tidak memerlukan biaya besar untuk dibuat, tapi memerlukan lahan yang cukup luas sebagai tempat kelinci diternakkan. Kandang terbuka harus memiliki pagar dengan tinggi sekurang-kurangnya satu meter untuk mencegah kelinci melompat.

Untuk kandang tertutup, biaya untuk membuatnya relatif lebih besar daripada kandang terbuka, namun memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kandang terbuka, yaitu lahan yang dibutuhkan lebih sedikit dan pengontrolan kelinci lebih mudah dilakukan. Cara membuat kandang kelinci itu sendiri tidaklah rumit asalkan langsung dibantu oleh orang yang sudah terbiasa membuat kandang kelinci.

2. Memilih Induk

Ciri-ciri indukan kelinci yang bagus adalah gerakannya gesit tidak lesu, memiliki bulu yang bersih, bagian pinggul yang padat berisi, mata tidak sayu dan memiliki berat minimal 4 kg induk betina serta 3 kg untuk indukan yang jantan.

3. Proses Mengawinkan

Cara mengembangbiakan kelinci bisa dikakukan dengan dua cara, yaitu dengan berpasangan satu pejantan dan satu indukan betina, dan yang kedua adalah secara berkelompok. Jika mengawinkan kelinci secara berkelompok, patokan yang bisa diambil adalah seekor pejantan mampu mengawini kelinci betina sampai dengan 10 ekor.

4. Pemberian Pakan

Tahap pemberian pakan tidak rumit dan mudah untuk dilaksanakan karena makanan kelinci cuma dari daun-daunan hijau yang banyak tersedia di alam yang bisa didapatkan secara gratis. Apabila menginginkan pertumbuhan kelinci yang lebih cepat, Anda bisa memberikan pakan seperti pelet yang khusus untuk pakan kelinci.

5. Tahap Perawatan

Dalam perawatan hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah kebersihan kandang dan kelinci itu sendiri. Tempat makan dan lantai kandang harus selalu bersih. Kelinci yang terindikasi sakit, harus segera dipisahkan agar penyakit nantinya tidak menular ke kelinci yang lain.

6. Masa Panen

Kelinci yang sudah siap dipanen adalah kelinci yang berumur tiga bulan dan maksimal 4 bulan. Usahakan untuk tidak melebihi umur 4 bulan karena kebutuhan pakan kelinci tersebut tidak sebanding dengan harga jual nantinya.

Enam tahap ternak kelinci potong di atas tentunya memerlukan biaya dan untuk itu sebelum memulai usaha ternak kelinci, alangkah lebih baik dibuat sebuah rencana yang matang agar usaha ternak kelinci yang Anda jalankan bisa menghasilkan uang seperti yang diharapkan.

Baca juga : 5 Cara Ternak Belut Omzet Puluhan Juta dengan Modal Kecil

Cara Ternak Kelinci Hias

Kelinci hias memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan kelinci potong karena rata-rata berasal dari luar negeri. Kelinci jenis ini bisa dijadikan usaha sampingan atau penghasilan utama juga. Tahap-tahap dalam persiapan, pemilihan indukan, perawatan dan dan pemberian pakan tidak jauh berbeda dengan ternak kelinci potong seperti yang telah dijelaskan di atas.

Kelinci Hias
Kelinci Hias

Yang membedakan ternak kelinci potong dan kelinci hias hanyalah pada kandang dan pemilihan indukan. Kandang kelinci hias lebih disarankan untuk dibuat menjadi tiga kandang yang nantinya akan ditempati oleh kelinci jantan, kelinci betina bersama anak-anaknya dan kandang yang akan digunakan sebagai tempat anak yang baru disapih.

Sementara untuk proses pemilihan indukan, kelinci hias haruslah sehat, memiliki bentuk fisik yang menarik dan mengemaskan dan untuk ukuran tubuh boleh yang kecil atau yang besar.

Cara Ternak Kelinci Anggora

Kelinci Anggora adalah salah satu spesies kelinci hias yang paling banyak diminati. Kelinci Anggora mempunyai ciri-ciri bulu yang panjang dan tebal serta bentuk fisik yang bagus. Harga jual kelinci Anggora biasanya disesuaikan dengan ‘keindahannya’, semakin cantik maka harganya akan semakin mahal.

Kelinci Anggora
Kelinci Anggora

Cara ternak kelinci Anggora tidak jauh bedanya dengan cara budidaya kelinci potong, cara beternak kelinci lokal, budidaya kelinci Australia dan kelinci hias, karena masih dalam ‘keluarga’ hewan yang sama. Tahap-tahap yang perlu dilakukan dalam budidaya kelinci Anggora ini adalah menyiapkan kandang kelinci anggora, memilih indukan, mengawinkan, pemberian pakan dan perawatan.

Masa Panen tegantung dari permintaan, namun begitu sangat disarankan untuk segera menjual ketika kelinci ini sudah mulai memasuki usia 2 bulan dan telah memiliki bentuk fisik yang menarik jika dilihat.

Anda juga bisa membawa calon pembeli langsung ke kandangnya agar pembeli tersebut nanti bisa memilih sesuai dengan seleranya. Pembeli yang sudah sangat tertarik dengan seekor kelinci yang ia sukai, biasanya tidak akan keberatan untuk membayar mahal. Taktik dagang seperti ini tidak ada salahnya untuk dipraktekkan, mengingat Anda juga mengeluarkan modal yang tidak sedikit dalam membangun usaha budidaya kelinci tersebut. Alternatif lain, pemasaran ternak kelinci akan lebih mudah dilakukan apabila melalui bantuan penyalur kelinci yang memang lebih mengetahui seluk-beluk pemasaran kelinci.

Nah, itulah tadi cara ternak kelinci dari tiga jenis kelinci yang akan bisa mendatangkan penghasilan untuk Anda. Masing-masing dari ketiga jenis kelinci tersebut memiliki tingkat kesulitan yang berbeda saat diternakkan, untuk itu perlu sekali disesuaikan dengan sumber daya yang Anda miliki sebelum memutuskan untuk memulai budidaya kelinci.

Bagikan Ke Teman

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *