5 Cara Ternak Belut Omzet Puluhan Juta Dengan Modal Kecil

Peminat ternak belut saat ini lumayan banyak sedangkan jumlah produksi belum begitu mencukupi. Permintaan terhadap belut yang semaikn hari semakin meningkat bisa Anda manfaatkan untuk menambah penghasilan, apakah itu untuk usaha sampingan atau bisa juga dijadikan sebagai sumber pemasukan utama.

Untuk memulai usaha budidaya atau ternak belut bisa dibilang tidaklah terlalu sulit karena banyak metode yang bisa dipilih, misalnya ternak belut di dalam drum, dengan terpal atau bisa juga dalam kolam khusus. Metode-metode tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nah, jika Anda berminat dengan usaha peternakan belut, berikut beberapa metode budidaya belut yang bisa Anda gunakan.

1 – Cara Budidaya Belut Dengan Terpal

budidaya belut dengan terpal

Sumber gambar Instagram @Juragab Belut

Penggunaan terpal di sini adalah sebagai wadah untuk membentuk kolam yang nantinya diisi dengan lumpur. Cara budidaya menggunakan metode ini cukup sederhana dan tidak membutuhkan biaya besar.  Anda bisa membuat kolam-kolam berbahan terpal pada lahan kosong.

Apabila memakai metode terpal ini, Anda butuh setidaknya 5 kolam yang masing-masing akan digunakan sebagai tempat memelihara belut berdasarkan umur dan ukurannya. Ukuran tiap kolam yang disarankan adalah minimal 1 meter persegi dan lebih luas akan lebih baik.

Adapun fungsi masing-masing dari lima kolam terpal yang akan dibuat adalah sebagai berikut:

  1. Kolam terpal sebagai tempat pemisah belut dewasa yang telah mencapai ukuran dengan sekitar 15-20 cm.
  2. Kolam terpal yang akan digunakan sebagai tempat pemisah belut yang mempunyai ukuran lebih kurang 5 sampai 8 cm.
  3. Kolam terpal sebagai tempat belut yang telah memasuki ‘usia remaja’ yaitu ditandai dengan ukuran fisik sekitar 3-5 cm.
  4. Kolam terpal yang nantinya akan dipakai sebagai tempat pendederan benih belut yang memiliki ukuran dikisaran 1-2 cm.
  5. Kolam terpal yang akan digunakan sebagai tempat pemijahan belut.

Lima kolam seperti yang dituliskan di atas wajib ada karena belut tidak bisa ditempatkan dalam satu kolam secara bersamaan, namun harus dipisahkan berdasarkan panjang fisik beserta umurnya. Tujuannnya adalah untuk mencegah belut dimangsa oleh belut yang lebih besar ukurannya.

2 – Cara Budidaya Belut Dalam Kolam

cara ternak budidaya belut di kolam

Gambar: juraganbibitlele.blogspot.com

Budidaya belut dalam kolam berupa bak semen atau bahan sejenis lainnya memerlukan lahan khusus yang berbentuk garukan. Untuk syarat-syarat kolamnya adalah:

  1. Air jernih dan kaya oksigen. Syarat pertama ini dikhusukan untuk bibit atau anak belut yang masih kecil, karena belut yang masih bayi tidak tahan terhadap air keruh.
  2. Air dan lumpur tidak tercemar zat-zat berbahaya, berminyak dan beracun. Hal ini harus mutlak diperiksa karena tidak ada satupun makhluk hidup yang mampu bertahan hidup di lingkungan beracun, termasuk belut tentunya.
  3. Disarankan untuk memilih lokasi yang memiliki suhu antara 25-31°C. Sementara soal curah hujan dan iklim tidak ada syarat khusus yang perlu diperhatikan, karena untuk iklim di Indonesia sendiri sangat mendukung habitat belut.

Jika ketiga persyaratan di atas sudah terpenuhi, pembuatan kolam sudah bisa dimulai. Langkah selanjutnya jika kolam sudah selesai dibuat adalah memulai budidaya belut tersebut.

Pertama pilihlah bibit belut yang sehat dan segar yang ditandainya dengan gerakan yang lincah dan warna tubuh tidak kusam. Hindari memilih bibit belut yang terindikasi sedang sakit. Ukuran bibit belut yang baik adalah sekitar 1-8 cm atau berusia sekitar 3-4 minggu. Tempat membeli bibit belut yang disarankan adalah seperti di Dinas Pembibitan.

Setelah proses pemilihan dan pelepasan belut dilakukan, langkah selanjutnya adalah tahap pemeliharaan. Tahap ini secara umum meliputi pemeliharaan kolam dengan memberi tambahan vaksin atau obat untuk mencegah belut terserang penyakit. Seterusnya adalah memberi pakan sekali sehari dan disarankan untuk memberi pakan pada malam hari. Jika belut sudah memasuki usia 2 – 4 bulan, belut sudah siap untuk dipanen.

baca juga : Peluang Usaha Rumahan

3 – Budidaya Dan Cara Ternak Belut Sawah

ternak belut sawah

Sumber Gambar: Youtube

Ternak belut sawah bisa dilakukan di dalam kolam permanen maupun semi permanen. Kolam permanen contohnya adalah kolam yang berupa kolam tanah, kolam semen, beton dan sejenisnya. Sementara yang semi-permanen dapat berupa kolam dari terpal, drum dan sebagainya.

Jika persiapan tempat sudah selesai dilakukan, selanjutnya adalah tahap pelepasan bibit belut ke dalam wadah. Dalam masa pertumbuhan belut, lakukanlah pemeliharaan yang meliputi pemberian obat jika dibutuhkan, penjagaan siklus air keluar-masuk, pemberian pakan pokok dan pakan tambahan berupa daging misalnya bangkai ayam, bekicot, ikan, katak dan sebagainya.

Apabila belut telah berusia di atas 2 bulan, belut sudah bisa dipanen dan dijual apakah untuk dijual ke pasar dalam negeri maupun dieksport ke luar negeri. Namun khusus untuk belut yang akan dieksport, biasanya harus memiliki umur antara 3-6 bulan.

4 – Ternak Belut Tanpa Lumpur

Ternak belut tanpa lumpur

Sumber Gambar: e-wak.com

Budidaya belut tanpa lumpur merupakan salah satu alternatif yang juga layak dicoba. Sesuai dengan nama metodenya, budidaya belut dengan cara ini hanya membutuhkan air bersih dan media kolam. Budidaya seperti ini mempunyai beberapa keunggulan yaitu:

  1. Lebih Efektif

Tidak memerlukan banyak bahan-bahan seperti pada kolam berlumpur, cuma membutuhkan air bersih saja.

  1. Menghindari Kanibalisme Antar Belut

Belut yang dibudidayakan dalam kolam berair jernih lebih cenderung tidak ganas seperti kalau dipelihara di kolam berlumpur, sehingga resiko kematian dan makan-memakan bisa diminimalisir.

  1. Lebih Mudah Dikontrol

Mudah dalam hal pengontrolan contohnya dalah ketika ada belut yang sakit atau mati, kita segera bisa mengetahui dan mengambilnya. Berbeda sekali dengan belut yang dipelihara dalam kolam berlumpur, kita kesulitan untuk mendeteksi belut yang sakit dan mati.

  1. Bisa Memuat Lebih Banyak

Jumlah belut yang bisa dipelihara pada kolam air jernih mencapai dua puluh kali lipat lebih banyak daripada belut yang dibudidayakan dalam kolam berlumpur.

5 – Budidaya Belut Dalam Drum

Drum Tempat Budidaya Belut

Sumber Gambar: Jatayu.or.id

Budidaya belut di dalam belut merupakan salah satu metide yang cukup efisien karena hanya menggunakan media drum bekas yang pastinya tidak membutuhkan lahan yang luas. Persyaratan drum yang akan dijadikan sebagai tempat pemeliharaan haruslah berish dan bebas dari zat-zat bercun, berminyak dan bahan berbahaya lainnya.

Posisi drum yang dijadikan sebagai tempat budidaya adalah tidur, bukan berdiri. Sementara bahan-bahan yang biasanya diletakkan di dasar drum adalah berupa jerami, tanah kompos dan lumpur.

Jenis pakan yang bisa diberikan pada belut adalah berupa ikan kecil, cacing, kecebong, atau bekicot yang sudah dipotong kecil. Untuk waktu panen yang tepat yang disarankan adalah jika belut sudah berusia 3 sampai 4 bulan.

Itulah lima metode budidaya belut yang umum dilakukan oleh para peternak belut. Anda bisa memilih salah satu metode yang menurut Anda paling cocok dengan ketersediaan lahan, fasilitas yang ada dan berbagai pertimbangan lainnya. Inti dari budidaya belut ini adalah tersedianya wadah tempat budidaya, sumber air yang cukup, mempunyai waktu untuk tahap pemeliharaan dan panen.

Bagikan Ke Teman

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *